Cerita Inspirasi

Posted by: rahmah.syafira10 in Uncategorized No Comments »

Cerita Inspirasi

1. Cerita Inspirasi Orang Lain

Waktu saya berada dikelas 3 SMA saya mengikuti bimbingan belajar dikawasan Jakarta selatan, pelajar yang ada disana berasal dari sekolah yang berbeda-beda. Saat itu saya memiliki seorang teman yang kembar , bernama Putri dan Tiara, ia berasal dari sekolah yang sama pula, walaupun mereka kembar namun sifat mereka sangat berbeda. Kami sering pergi ke tempat les sepulang sekolah dan belajar bersama. Putri bercita-cita menjadi akuntan ia ingin masuk akuntansi UI,  sedangkan Tiara ingin menjadi Designer interior dan ingin masuk arsitektur interior UI.

Di tempat bimbingan belajar kami selalu diadakan try out secara berkala dan nilai kami cukup baik, namun biasanya nilai Putri lah yang paling tinggi diantara kami bertiga. Beberapa bulan menjelang SIMAK UI kami belajar lebih giat dari sebelumnya, kami berharap bisa masuk UI lewat jalur ini.

Saat pengumuman SIMAK UI saya melihat pengumuman di rumah, namun ternyata hasil yang didapatkan kurang memuaskan dan akhirnya saya menelepon Putri dan Tiara untuk mengetahui hasil mereka. Ternyata Tiara berhasil mendapatkan jurusan yang selama ini diidamkannya, Arsitektur UI, namun , putri tidak lolos dalam tes SIMAK UI.

Masih ada kesempatan lain, kata-kata itu yang selalu diucapkan oleh Putri, Kamipun belajar lebih giat lagi untuk dalam lolos dalam tes PTN yang lain. Tiara pun ikut membantu kami dalam hal pelajaran.  Saat pengumuman UMB sayangnya kami belum juga lolos. SNMPTN adalah kesempatan terakhir untuk mendapatkan PTN. Pada saat pengumuman SNMPTN, saya masuk di pilihan kedua yaitu Ekonomi Syariah IPB , namun Putri tidak lolos SNMPTN. Aku merasa sedih karena membayangkan bagaimana jika aku adalah Putri, aku pasti akan merasa sangat kecewa. Tapi walaupun begitu, seperti yang kami tahu Putri akan tetap tegar. Ia sedih pada awalnya karena belum bisa membuat bangga kedua orang tuanya, tapi setelah itu ia kembali berkata kepada kami bahwa tuhan pasti punya jalan terbaik untuknya.  Mendengarnya berkata seperti itu membuatku semakin mengaguminya. Walaupun ia gagal ia sangat yakin bahwa itu bukanlah akhir dari segalanya. Lalu pada tanggal 3 Agustus, yaitu hari diumumkannya hasil Ujian Saringan Masuk STAN tanpa diduga namanya terpampang dan terdaftar sebagai mahasiswa sekolah kedinasan tersebut jurusan Akuntansi seperti impiannya, Putri tidak menyangka dan sangat terharu. Aku dan Tiara sangat senang mendengarnya. Impian Putri akhirnya terwujud. Seperti kata pepatah “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”.

2. Cerita Inspirasi Diri Sendiri

Saat kelas 3 SMA saya belajar cukup giat untuk mengejar pelajaran-pelajaran agar bisa masuk PTN , saya belajar di Bimbingan Belajar Nurul Fikri dan ikut serta dalam organisasi belajar Mabit Nurul Fikri. Di sana saya belajar dengan teman-teman yang berbeda-beda sekolah. Kami biasanya belajar hingga malam hari, karena Mabit mulai dari pukul  7 malam hingga pukul 9 malam atau bahkan lebih, pernah satu hari saya pulang kerumah pada pukul 11 malam. Kebetulan lingkungan disekitar rumah saya adalah keluarga besar saya, mereka  selalu memperhatikan saya yang selalu pulang malam.

Kemudian tibalah saatnya tes pertama yang saya ikuti yaitu Ujian Tulis Universitas Gajah Mada (UTUL UGM). Walaupun bukan target utama saya, saat tiba pengumuman saya sangat kecewa karena saya tidak lolos.  Namun saya tetap optimis untuk mengikuti tes selanjutnya, SIMAK UI. Menjelang SIMAK UI saya semakin giat belajar, belajar di Mabit dan Bimbel NF serta di rumah. Saya sangat yakin dengan hasilnya nanti. Tapi ternyata kenyataan berbeda dengan keyakinan saya. Saya kembali harus kecewa akan hasil SIMAK UI yang menyatakan saya tidak lolos.

Untungnya, saya memiliki banyak teman di Mabit maupun di NF yang selalu mendukung saya. Mereka tetap optimis walau mereka—seperti saya yang belum lolos ke Perguruan Tinggi Negeri. Karena itulah saya tetap bersemangat untuk belajar dan tak lupa berdoa agar berhasil di tes selanjutnya yaitu Ujian Masuk Bersama (UMB). Namun kali ini saya tetap harus menahan pahit bahwa saya gagal dalam ujian ini.

Perasaan saya menjadi kecewa tiga kali lipat karena saya sudah gagal tiga kali. Orang tua saya pun begitu walau mereka tidak memberitahukannya. Keluarga di sekitar rumah saya juga berkata pada saya bahwa lebih baik tidak usah mengikuti Mabit yang sampai malam hari karena itu hanya akan sia-sia. Akan tetapi saya menggubris semua itu dan tetap optimis, saya tetap mengikuti Mabit karena saya yakin dengan niat saya yang tulus yaitu membuat bangga kedua orang tua saya dan saya juga yakin Tuhan pasti punya rencana dan  akan memberikan yang terbaik untuk mereka yang tetap percaya dan terus berusaha.

Sampai akhirnya tes terakhir yang saya jalani yaitu SNMPTN. Sejujurnya, saya sudah pasrah terhadap apapun hasilnya bahkan saya sudah menyiapkan Perguruan Tinggi Swasta sebagai cadangan jika saya tidak mendapatkan Perguruan Tinggi Negeri. Namun ternyata tanpa di duga saat pengumuman tiba tercantumlah bahwa saya berhasil dan lolos sebagai mahasiswa baru Institut Pertanian Bogor di Jurusan Ekonomi Syariah. Perasaan saya sangat campur aduk, terharu dan senang. Orangtua dan seluruh keluarga besar saya juga turut bahagia dan bangga bahwa saya bisa membuktikan bahwa saya bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri.